A.Pengertian Perpustakaan
Untuk mempelajari lebih lanjut tentang pustaka, Anda perlu mengetahui definisi pustaka. Perpustakaan berasal dari kata library, yang berarti buku atau kitab-kitab. Dengan penambahan awalan per dan akhiran an menjadi Library yang berarti kumpulan buku yang sekarang dikenal dengan Koleksi Bahan Pustaka. Di Inggris dikenal istilah perpustakaan yang berasal dari kata latin liber atau libri yang berarti buku. Dalam bahasa Belanda Disebut bibliothek, dalam bahasa Jerman bibliotheque, dalam bahasa Perancis disebut bibliotheque, dalam bahasa Spanyol dan Portugis bibliotheca. Perpustakaan adalah ruangan, bagian dari bangunan, Tempat menyimpan buku-buku layak baca. Sedangkan Taslimah Menurut Yusuf (1996), perpustakaan adalah tempat menyimpan berbagai jenis bahan bacaan. Ada orang. dapat menggunakan bacaannya untuk menambah pengetahuan, mencari informasi atau sekedar hiburan. Berbagai koleksi tersedia dalam bentuk buku, majalah, surat kabar, materi audio visual, rekaman, film.
Menurut Random House Dictionary of the English Language, perpustakaan adalah tempat berupa ruangan atau bangunan yang berisi buku-buku dan bahan bacaan, kajian atau referensi lainnya. Definisi Encyclopedia Britannica adalah sebagai berikut: Perpustakaan (dari Liber-libro) adalah kumpulan bahan tertulis atau cetak untuk Penelitian dan Penelitian atau bacaan umum, atau keduanya, sedangkan perpustakaan Menurut Perkembangan dan Perkembangan Bahasa Perpustakaan Pusat Dan dalam kamus dokumen, perpustakaan didefinisikan (1 ) sebagai kumpulan buku, majalah dan bahan pustaka lainnya yang disimpan untuk dibaca, dipelajari dan didiskusikan ; (2) tempat, gedung atau ruangan yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan perpustakaan.
Perpustakaan (termasuk di dalamnya pusat dokumentasi dan informasi) Menurut Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara nomor 132/KEP/M.PAN/12/2002 adalah sebuah unit kerja yang memiliki sumber
Daya manusia, ruangan khusus dan koleksi bahan pustaka sekurang kurangnya terdiri dari 1.000 judul dari berbagai disiplin ilmu yang sesuai Dengan jenis perpustakaan yang bersangkutan dan dikelola menurut sistem Tertentu.
Oleh karena perkembangan zaman, istilah perpustakaan pun menjadi Berkembang, sesuai dengan tugas dan fungsinya. Berdasarkan tugas dan Fungsinya saat ini, perpustakaan merupakan tempat menyimpan, mengolah Dan mencari informasi, di mana informasi tersebut dapat berbentuk bahan Bacaan tercetak (buku, jurnal, referensi, dan bahan pustaka tercetak lainnya) Maupun bahan bacaan dalam bentuk elektronik (electronic book, elektronik Jurnal, dan bahan bacaan bentuk elektronik lainnya). Di dalam perpustakaan Tersebut ada organisasi dan sistem yang mengatur perjalanan bahan pustaka/Informasi mulai dari pengadaan, pengolahan hingga pelayanan dan penyajian Kepada pengguna perpustakaan.
Berdasarkan pengertiannya,Perpustakaan memiliki banyak fungsi berdasarkan tupoksinya. Perpustakaan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, antara lain:
1. Perpustakaan Nasional
2. Perpustakaan Umum
3. Perpustakaan Khusus
4. Perpustakaan Sekolah atau Madrasah
5. Perpustakaan Universitas atau perguruan tinggi ( perpustakaan universitas berperan untuk pengelolaan, penyimpanan, dan temu kembali informasi dan dalam kegiatan ilmiah komuniasi,seperti penyediaan konten e journal )
B. Tujuan Perpustakaan
Perpustakaan bertujuan untuk membantu orang-orang dari segala usia dengan memberikan kesempatan untuk memotivasi mereka melalui layanan perpustakaan
Mereka bisa berlatih terus-menerus.
1. Menanggapi kemajuan dalam berbagai bidang keilmuan, kehidupan sosial dan politik.
2. Mampu mempertahankan kebebasan berpikir yang konstruktif untuk menjadi anggota keluarga dan masyarakat yang lebih baik.
Dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif, tumbuh secara spiritual dan dapat menggunakan keterampilannya untuk mengevaluasi hasil seni dan budaya manusia.
3. Dapat menaikkan taraf hidup dan pekerjaan sehari-hari.
4. Kemampuan untuk menjadi warga negara yang baik dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan negara dan peningkatan saling pengertian antar bangsa
C. Fungsi Perpustakaan
Perpustakaan mana pun dapat melanjutkan keberadaannya jika dapat memenuhi misinya. Secara umum, peran berikut dapat dilakukan:
A. Sebagai pusat data
Perpustakaan merupakan tempat yang berperan penting sebagai mediator informasi. Hal ini dikarenakan sebuah perpustakaan tentunya tidak hanya memiliki satu perpustakaan saja, tetapi bisa ratusan bahkan puluhan ribu. Berisi berbagai buku seperti karya umum, filsafat, ensiklopedi dan lain-lain. Selain perpustakaan, perpustakaan kini juga memiliki koleksi majalah, surat kabar atau artikel yang dapat dijadikan sebagai sumber ilmu dan informasi.
B) Sebagai pusat inovasi
Perpustakaan sebagai gudang berbagai informasi yang sebelumnya hanya menjadi tempat penyimpanan buku, kini juga menjadi tempat berkembang biaknya ide-ide kreatif. Untuk ide-ide kreatif yang dapat menciptakan suatu karya yang dapat bermanfaat bagi orang lain. Dan dari hasil karya para pengguna perpustakaan ini nantinya dapat timbul percakapan atau ide yang dapat dibaca dan digunakan oleh orang lain. Misalnya ketika kita membaca buku-buku tentang budidaya jamur. Jika seseorang termasuk orang yang kreatif, membaca buku bisa melahirkan ide menanam jamur dan membuka lapangan kerja yang tentunya akan menguntungkan orang lain juga.
C. Sebagai pusat sumber belajar
Perpustakaan merupakan upaya untuk memelihara dan meningkatkan efektifitas dan efisiensi belajar-mengajar. Perpustakaan yang tertata dengan baik dan sistematis secara langsung maupun tidak langsung dapat memberikan kemudahan dalam proses belajar mengajar di sekolah tempat perpustakaan itu berada. Hal itu mengacu pada bidang pendidikan dan perbaikan metode belajar mengajar yang dianggap tidak terpisahkan dari penyediaan sarana dan prasarana pendidikan.
Perpustakaan fitur pendidikan adalah alat untuk pembelajaran informal dan kasual. Artinya perpustakaan merupakan tempat belajar di luar sekolah dan di lingkungan pendidikan, menjaga efektifitas dan efisiensi belajar mengajar. Jika keberadaan perpustakaan di sekolah atau perguruan tinggi bisa
membantu pengguna perpustakaan menemukan literatur atau bahan untuk belajar lebih cepat
Selain fungsi perpustakaan yang telah di sebutkan di atas, ada juga pendapat lain tentang kegiatan perpustakaan, yaitu Sulistyo Basuki5 berpendapat bahwa tujuan perpustakaan perguruan tinggi antara lain.
1. Memenuhi kebutuhan informasi komunitas pendidikan tinggi, biasanya dosen dan mahasiswa. Ini sering termasuk staf administrasi perguruan tinggi juga.
2. Penyediaan bahan pustaka (source material) pada semua jenjang akademik, yaitu. dari mahasiswa baru hingga mahasiswa pascasarjana dan profesor.
3. Menata ruang belajar bagi pengguna perpustakaan.
4. Menyediakan layanan pinjaman yang cocok untuk berbagai jenis pengguna.
5. Penyediaan layanan informasi aktif tidak hanya untuk universitas dan perusahaan industri lokal.
Berdasarkan dua pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa tujuan penyelenggaraan perpustakaan pada hakekatnya adalah untuk menunjang kelancaran proses literasi informasi di masyarakat dan meningkatkan mutu pendidikan di perguruan tinggi dengan secara aktif berusaha menyalurkan dan mendistribusikan informasi dengan cara tersebut. bahwa itu mungkin dapat diakses secara optimal oleh seluruh pengguna, sehingga masyarakat dimana perpustakaan berada dapat dengan cepat dan akurat menerima informasi tentang keberadaan perpustakaan.
Untuk memfasilitasi proses belajar mengajar di lokasi perpustakaan, layanan tersebut antara lain:
a) kemudahan mendapatkan informasi
b) Mencari bahan pelajaran mudah
c) Mudah menemukan buku yang tidak dijual di toko buku.
Berbicara mengenai fungsi perpustakaan tentunya terdapat berbagai macam fungsi perpustakaan yang mungkin tidak terfikirkan oleh sebagian orang, antara lain:
1. Perpustakaan mengurangi plagiarisme
2. Perpustakaan dalam meningkatkan sdm
3. Perpustakaan sebagai literasi digital masyarakat
D. Definisi Literasi
Literasi biasanya didefinisikan sebagai kemampuan membaca dan menulis. Seperti yang tercantum dalam Kamus Oxford berikut ini. Literasi adalah kemampuan membaca dan menulis. Literasi adalah kemampuan membaca dan menulis. Pada saat yang sama, mengetahui tentang sesuatu/sesuatu adalah fakta berbicara dari hati dan mencari tahu. Dengan kata lain, fakta tentang seseorang atau sesuatu yang dibicarakan, didengar dan dikatakan. Berdasarkan pengertian di atas, literasi informasi dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam membaca dan menulis sesuatu yang dibicarakan, didengar dan dinyatakan (fakta). Perkembangan literasi memiliki arti yang luas, sehingga terdapat berbagai jenis literasi, seperti literasi komputer, literasi media, literasi teknologi, literasi keuangan, literasi informasi.) dan literasi moral. Literasi adalah kemampuan membaca dan menulis. Padahal, literasi sudah ada sebelum Ernest Roe dan Paul Zurkowski (Tri Septiyantono 2015: 1.5). Mulailah berbicara tentang literasi informasi. Literasi diartikan sebagai kemampuan menulis nama, membaca dan menulis baik secara sederhana maupun kompleks, dan tidak terbatas pada membaca dan menulis bahasa Latin. Pada Abad Pertengahan, melek huruf biasanya dikaitkan dengan kemampuan berbicara, membaca dan menulis bahasa Latin, dengan mengesampingkan kemampuan berbicara, membaca dan menulis bahasa sendiri. Menurut Dr. Septiyantono (2015: 1.13-1.14), literasi dapat diartikan sebagai kemampuan menggunakan teknologi,
Kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, peka terhadap lingkungan, bahkan peka terhadap politik. Seseorang dianggap terpelajar ketika dia mampu memahami sesuatu karena dia membaca informasi yang benar dan bertindak berdasarkan pemahaman dari apa yang dia baca. Kemampuan membaca seseorang tidak datang dengan mudah. Tidak ada manusia yang dididik sejak kecil. Menciptakan generasi yang terdidik membutuhkan proses yang panjang dan kondisi yang kondusif.
E. Definisi Informasi
Informasi adalah informasi yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga memberikan arti dan nilai bagi penerimanya. Informasi adalah informasi yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan bermakna bagi penerimanya. Dapat dikatakan bahwa data adalah bahan baku, sedangkan informasi adalah bahan jadi atau bahan siap pakai, jadi sumber informasi adalah data. Informasi adalah istilah yang biasa Anda dengar sekarang. Tapi apa sebenarnya pengetahuan ini? Pada dasarnya pengetahuan adalah data, baik numerik maupun verbal, yang telah diolah menjadi memiliki makna. Namun demikian, pengertian informasi yang disajikan oleh beberapa ahli tidak memberikan pengertian atau definisi tertentu tentang informasi sebagaimana beberapa konsep informasi yang dikemukakan penulis berikut ini. Secara umum, data didefinisikan sebagai berikut. Informasi adalah informasi yang telah diolah dalam bentuk yang berarti bagi penerimanya dan mempunyai nilai yang nyata dan nyata untuk keputusan sekarang dan yang akan datang (Sutabri, 2005:15). Informasi adalah istilah yang tidak cocok untuk penggunaan umum. Data dapat mencakup data mentah, data terstruktur, kapasitas saluran komunikasi, dll. Menurut Dr. Septiyantono (2015: 1.13), ilmu itu tidak ada nilainya, sama seperti senjata. Pengetahuan adalah kekuatan, atau meminjam istilah dari Francis Bacon, pengetahuan adalah kekuatan atau kebenaran tidak bisa dibantah sebelum istilah literasi informasi Digunakan pertama kali, Standar for School Library Programme 1960 (ALA dan IASL dalam Coursepack, 2006: 229-230) menyatakan bahwa dalam Mendefinisikan literasi informasi, disebutkan bahwa standar tujuan pembelajaran Keterampilan harus menggunakan media perpustakaan dalam menyintesis Informasi, pengayaan dan analisis ilmu, serta berbagai pemecahan masalah dan Pemuasan rasa ingin tau akan sesuatu.
Konsep literasi informasi
Tingkat litarasi informasi semakin meningkat seiring berjalannya waktu ke waktu.Dalam bidang pendidikan dan perpustakaan, literasi menjadi topic hangat yang diperdebatkan. Menurut forest woody horton5, hal ini disebabkan oleh fakta bahwa konsep literasi informasi menjadi semakin penting bagi individu dalam menjalani kehidupannya sekaligus membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat.
F. PENGGUNAAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI PUSAT SUMBER BELAJAR
Perpustakaan merupakan pusat lembaga pendidikan. Perpustakaan Menyediakan bahan pustaka
Berupa bahan cetakan seperti buku, majalah/majalah, peta, surat kabar, karya sastra berupa monograf
Bahan-bahan yang tidak dipublikasikan maupun yang belum dicetak seperti microfiche, microfilm, dll. Oleh karena itu, perpustakaan dapat dimanfaatkan oleh pelajar, mahasiswa dan masyarakat
biasanya untuk memperoleh informasi dari berbagai jurusan dan untuk kepentingan akademik. Sumber belajar terutama merupakan bagian dari sistem pendidikan yang mengandung pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan lingkungan yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa.
Oleh karena itu sumber belajar dapat dipahami sebagai segala macam sumber yang ada di luar diri seseorang (siswa) dan memungkinkan (memudahkan) proses belajar. Untuk menjamin bahan ajar sebagai sumber belajar yang tepat, maka sumber harus memenuhi tiga syarat berikut ini.
a) Harus tersedia dengan cepat
b) Siswa harus dibubarkan
c) Anda harus individual, mampu memenuhi kebutuhan siswa yang berbeda-beda, misalnya, Pembelajaran mandiri Sumber belajar dapat bermacam-macam bentuknya, misalnya manusia juga dapat menjadi sumber belajar, yaitu ketika seorang guru menawarkan dirinya sebagai sumber daya manusia yang tersedia setiap saat untuk memecahkan berbagai kesulitan siswa secara individual. Selain itu, tempat-tempat tertentu dapat dijadikan sebagai sumber belajar, seperti perpustakaan yang dapat digunakan. Setiap kali, seperti yang dijelaskan sebelumnya.
G. URGENSI PERPUSTAKAAN DALAM LITERASI INFORMASI DI PERGURUAN TINGGI
Di era globalisasi hampir setiap kegiatan tidak lepas dari informasi, karena informasi sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat. Setiap aspek kehidupan terkait dengan ketersediaan informasi (Artana, 2003:1). Perkembangan teknologi informasi mendorong masyarakat industri (industrial society) perlahan-lahan bertransisi menuju masyarakat informasi (information society). Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan telah mencapai tempat penting dalam kegiatan masyarakat.
Fakta menunjukkan bahwa banyak orang mencari informasi. Artinya, kebutuhan akan informasi sangat penting sehingga juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Godwin (2008:5) menyebut generasi saat ini sebagai “generasi online” atau “generasi”.
Google”. Generasi Google menganggap apa yang tertulis dan tercantum di web adalah benar, namun perilaku memperoleh informasi yang mereka temukan juga patut diperhatikan. Generasi Google ini, menurut Godwin, tidak peduli dengan etika penggunaan. .isi dari sumber-sumber tersebut., karena mereka tidak mengerti dan tidak peduli dengan isi dan keakuratan sumber-sumber informasi tersebut. (Godwin, 2008: 6) Mereka menganggap penggunaan informasi yang diperlukan dengan perilaku copy paste sebagai hal yang wajar dan tidak memahami bahwa informasi yang diperoleh harus terlebih dahulu dibaca dan diolah serta dipastikan kebenarannya Sebelum penggunaan akhir dan publikasi.
Meskipun ada banyak informasi sekarang, itu tidak lengkap Dapat digunakan atau digunakan terutama sebagai bahan referensi bagi peneliti. Achmad (2007:1) menyatakan bahwa informasi yang bernuansa negatif lebih banyak diakses daripada informasi positif. Oleh karena itu, Carr (2011:180) menghimbau para pengguna informasi untuk memilih dan mengurutkan informasi sesuai dengan yang kita butuhkan. Keterampilan ini disebut “literasi informasi ”.
Selain membahas tentang urgensi perpustakaan dalam literasi informasi di perguruan tinggi, disini juga membahas urgensi literasi informasi di masyarakat yang Dapat dikatakan memberi kebutuhan informasi untuk dapat mengidentifikasi, menemukan, mengevaluasi, dan secara efektif menggunakan informasi tersebut untuk menghadapi isu isu dan permasalahan yang ada di masyarakat.
Komentar
Posting Komentar